Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Minggu, 06 Juli 2008

broken Home

sebuah kasus anak Broken Home" Andrew "

Suatu hari, Samuel bertanya pada Andrew bagaimana rasanya menjadi anak broken home dan gimana Andrew menghadapinya selama ini.

Sebelumnya, Andrew akan bercerita sedikit mengenai latar belakang dirinya ..Andrew : ."Orangtua gue bercerai sewaktu gue berumur 17 tahun (tepat 5 hari setelah pesta sweet seventeen gue, hadiah yang sangat buruk) dan sepanjang perjalanan kami sekeluarga selama 17 tahun itu, selalu diwarnai masalah. Semua yang buruk2, menyakitkan, histeris dan traumatik ada di masa2 17 tahun itu. Meskipun masih banyak masalah keluarga yang lebih parah dari keluarga gue, dengan rentang waktu yang cukup lama itu, gue rasa gue tau pasti bagaimana rasanya jadi anak broken home. Dan gue rasa itulah alasan kenapa teman gue bertanya sama diri gue sendiri.

Karena itu, sebagai informasi untuk para orang tua agar berpikir matang2 sebelum melakukan sebuah keputusan, sebagai dukungan mental bagi anak2 yang menderita akan hal ini, saya akan beritahu apa rasanya menjadi sebuah produk broken home dari pandangan salah satu produknya.

Menjadi seorang produk broken home, adalah seperti mengalami sebuah kecelakaan besar yang meninggalkan luka traumatik dan cacat permanen. Bagaimanapun kamu berusaha melewati dan menerima hal itu, bagaimanapun luka telah sembuh dan terobati dengan adanya orang2 yang menyayangi kamu dan keluarga baru yang bahagia menanti kamu di rumah, cacat itu gak akan pernah hilang. Ada bagian tergelap di bawah alam sadar kamu yang akan terus mengingatkan akan hal itu, dan ini akan mempengaruhi cara berpikir kamu di masa depan.